Welcome


Jumat, 04 November 2011

Vanila


Disclaimer: Vocaloid © Yamaha Corp.
Kaito Shion: Crypton Future Media and Yamaha
Meiko Sakine: Crypton Future Media and Yamaha
Vanila © Amutia Putri
Warning: OOC, Meiko, Kaito dan Miku seumuran, Meiko POV. Fic sudah di edit ulang.

Cinta itu memang manis, itu sudah seharusnya. Karena, untuk apa merasakan cinta yang pahit? Maka dari itu aku heran dengan cowok berambut biru di hadapanku ini.


"Kau masih memperhatikan Miku ya?" tanyaku padanya sambil memakai sepatuku.


"Hm? Oh, Meiko. Bagaimanapun perasaanku padanya belum berubah," jawabnya dengan senyuman. Dia terlalu baik, tegar, atau bodoh sih?


Aku memperhatikan gadis berambut panjang berwarna turquoise yang diikat dua itu. Sahabatku, Miku Hatsune namanya, dia sudah memiliki kekasih dan temanku satu ini, Kaito Shion sudah dan masih menyukai Miku sampai saat ini. Aku tidak mengerti, untuk apa menyukai seseorang tapi membuat diri kita menderita. Kalau aku, aku tidak mau cinta yang seperti itu. Cinta seharusnya manis.

Bitter Sweet Lollipop - Chapter 2


Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Bitter Sweet Lollipop © Amutia Putri (a.k.a Aku sendiri)
Warning: AU dan OOC

Sakura masih tersenyum ke arah Sasuke, yang sepertinya mengeluarkan keringan dingin, tapi ekspresi mukanya kembali datar. Sasuke membalas tatapan Sakura, seperti ingin mengetahui apa sisa dari tanggung jawabnya.


"Nah, Uchiha-san," Sakura turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Sasuke. "Kau harus tanggung jawab atas perbuatanmu," ucap Sakura. Wajah Sakura ada di depan wajah Sasuke dan dekat, walaupun tidak tepat berada di depan karena Sasuke lebih tinggi daripada Sakura.


Sasuke mundur satu langkah. "Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sambil memandang Sakura. Dalam kata-katanya terdengar nada tegas.


"Hmmm..." Sakura tersenyum kembali, lalu sedikit berjinjit, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Sasuke. 
"Fuuuh..." Sakura meniup telinga Sasuke. Sasuke secara refleks segera menjauh dari Sakura sambil memegang telinga kirinya dan wajahnya sedikit memerah. Sakura hanya tersenyum melihatnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke sedikit membentak pada Sakura.


"Cuma iseng saja," jawab Sakura santai. "Nah, aku ingin kamu, Uchiha-san, selama satu minggu ini, kamu harus makan siang denganku."

Bitter Sweet Lollipop - Chapter 1


Lagi-lagi buat fic baru. Tapi mau bagaimana lagi, banyak ide yang bermunculan terus, jadi, daripada dipendam aku ketik aja. Semoga suka. Dan fic ini terinspirasi dari permen lolipop kesukaanku dan dibumbui dengan banyak imajinasi. Well, karena masih awal, saya ngetiknya agak pendek. Maaf kalau kurang puas. soalnya ini masih awal pembuka.

Naruto © Masashi Kishimoto
Bitter Sweet Lollipo © Amutia Putri (Akun FFN)

"Sakura... Apa kau sudah bangun?" tanya sebuah suara yang berasal dari lantai bawah sebuah rumah yang berada di komplek perumahan Spearmint.

"Sudah Bu!" jawab Sakura dari dalam kamar. "Aku sedang membereskan barang-barangku dulu."

"Kalau sudah selesai, cepat turun. Ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu," kata Ibu Sakura.

"Baik bu," jawab Sakura. Sakura lalu memasukan barang-barang yang akan ia bawa ke sekolah. "Buku pelajaran, sudah, tempat pensil, ada, baju olahraga, sudah... Apa yang kurang ya...? Ah iya, lolipop!"

Sakura lalu berjalan meninggalkan tasnya yang masih dalam keadaan terbuka menuju lemari kecil yang berada di samping tempat tidurnya. Dia mengambil sebuah toples berukuran sedang yang dibungkus oleh kain berwarna merah dan terdapat sebuah pita berwarna merah muda yang melingkari toples itu. Lalu Sakura membuka tutup toples itu dan mengambil beberapa buah lolipop.

Pillow


A/N: Tidak tahu kesambet apaan sampai aku bikin fic ini dengan pair yang aneh pula. Tapi aku ingin coba saja. Hope you enjoy it!
-Fic ini sudah di publish di Fanfiction-Profil aku
Disclaimer: Wild Life (C) Fujisaki Masato
Warn: OOC dan segala keanehan yang ada di fic ini.
Pendek.

Seperti biasa hari-hari di R.E.D sangatlah menyibukan. Tidak jauh beda dengan divisi dua R.E.D yang khusus menangani satwa liar.


Dokter Tessho dan dokter lainnya sedang menangani pasien. Sementara aku, Mika Seno, sedang berada di ruang kepala divisi dua R.E.D, di ruangan dokter Ryoto. Membantu dokter Ryoto membereskan dokumen-dokumen penting. Sebenarnya aku lebih memilih menemani dokter Tessho, tapi dokter Tessho bilang lebih baik aku membantu dokter Ryoto saja, dan di sinilah aku.


Kalian bisa menebak apa yang sedang dia, dokter Ryoto lakukan sekarang tentu saja. Baru setengah jam yang lalu dia bersemangat untuk membantuku, tapi kini, dirinya sedang terlelap tidur di sofa. Yang bisa aku lakukan hanya mendesah pasrah. Memang begitulah kelakuannya. Padahal dia dokter yang bisa dibilang hebat, hanya saja dia malas.